TUHAN YESUS AJAIB

Wilayah XII GPdI Jabar

Wednesday, 4 April 2018

MAJELIS DAERAH GPdI JABAR PERIODE,  2017 - 2022

MAJELIS DAERAH GPdI JABAR
PERIODE,  2017 - 2022

1. Pdt. JE. AWONDATU (Ketua MD)
    Jl. Kapten Musa 36 CIANJUR
    Telp. 0263. 262349

2. Pdt. MARTHEN SHALWYCK
    (Wkl. Ketua)
    GPdI Jl. Raya Bedeng 70
    Rengasdengklok 41352
    Telp. 0812 9285 923

3. Pdt. BONAR NAINGGOLAN
    (Wkl. Ketua)
    GPdI Anugerah Bekasi
    Jl. Sersan Aswan No.10 Bekasi
    Telp. 082211111182
   
4. Pdt. ANTHON LITHA (Wkl. Ketua)
    GPdI Bukit Hermon..
    Jl.Mahar Martanegara
    Leuwigajah No. 103,
    Cimahi 40522
    Telp. 0812 2322 8028

5. Pdt. FERDINAN ROMPAS
    ( Wkl. Ketua)
    GEREJA PANTEKOSTA
    Jln. VETERAN II/18 SUKABUMI.
    Telp. 0817 9846 123

6. Pdt. YOHANES LIMURIA
    (Sekretaris Daerah)
    GPdI Cikarang
    Jl. KH. Dewantara No.13
    Karang Asih
    CIKARANG UTARA
    Telp. 0812 9690 804

7. Pdt. FRANCKLYN TURANGAN
    (Wkl. Sek)
    GRIYA BINTARA INDAH
    BLOK C 3 NO  BEKASI BARAT.
    Telp. 0812 9005 1109

8. Pdt. MARKUS SUGIARTO
    (Wkl. Sek)
    Jl. Kamper L/3 Budi Agung
    RT.001 RW.005 Sukadamai
    Tanah Sareal - BOGOR 16165
    Telp. 0822 2633 3960

9. Pdt. YOHANES TAMBURIAN
    (Wkl.Sek)
    GPdI  Jamblang
    Jl. Otista No. 63 CIREBON
    Telp. +6285321407330

10. Pdt. JANTJE MANOREK
      (Bendahara)
      Kota Wisata, Georgia TA6/23
      Ciangsana, Gunung Putri
      BOGOR. 16968
      Telp. 0812 8600 5000

11. Pdt. SAMUEL BUDIANTO
      (Wkl. Bend)
      Kompleks SECAPA AD
      Jl. Hegarmanah 154.
      BANDUNG.
      Telp. 0812 2014 548

12. Pdt. BENNY WURARAH
      (Wkl. Bend)
      GPdI Kandanghaur 
      Jl.raya no 51 
      KANDANGHAUR 45254
      Telp. 0853 2420 5999

13. Pdt. BFR. EDDY TAMPI
      (Wkl. Bend)
      PONDOK UNGU PERMAI.
      BLOK AB.2  NO.6.
      Kel. Bahagia Kec. Babelan.
      BEKASI UTARA. 17125
      Telp. 0813 8636 3900

14. Pdt. T.GIDEON YONATAN.
      (Biro Penggembalaan)
      Jl ATS Gg Masjid Al Hikmah 20
      Rt 02/10 Semplak -
      BOGOR BARAT.
      Telp. 0813 1501 0171

15. Pdt. RONNY SORITON
      (Biro Penginjilan)
      Ruko Sentra onderdil
      Blok EK no 22
      Kota Harapan indah
      Pejuang Medan Satria - BEKASI.
      Telp. 0812 9690 817

16. IBU Pdt. HERLINA BUDIAWAN
      (Biro Pendidikan)
      GPdI Pasir Nangka
      Ciranjang - CIANJUR.
      Telp. 0821 3022 0220

17. Pdt. JEFFRY J PALIT.
      Biro Organisasi
      Jl KH Agus salim no 78
      RT 02 RW 08  Bekasi Jaya
      BEKASI TIMUR. 17112
      Telp. 0813 1574 4840

18. Pdt. J.EDVARSEN W.
      MAMAHANI
      Biro Pembangunan Pedesaan
      GPdI Cipanas
      Taman Jaya II/20 Gadog Pacet.
      Telp. 0813 7336 8468

19. Pdt. JAN MOSES NANURU.
      Biro Pel. Misi dan Perintisan
      Gereja Lokal
      GPdI Ciluar
      Cijujung 01/02 No.116 
      Sukaraja BOGOR. 16710
      Telp. 0859 5900 0700

20. Pdt. WELLY WEKEN
      Biro Pelayanan Warga Jemaat
      Jln.Raya Perjuangan
      Blok  L 55/21 RT5-RW 34
      Taman Wisma Asri Teluk
      pucung
      BEKASI UTARA. 17121
      Telp. 0812 9299 417

21. Pdt. GERSON SAGITA LEO
      Biro Kesejahteraan Hamba
      Tuhan
      Jl. Pinang III Nomor 01  
      RT.02, RW.03 Pondok Cina
      DEPOK 16424
      Telp. 0818 7548 92

22. Pdt. TOVIET KATIANDAGHO
      Biro Penelitian &
      Pengembangan
      Jl. Jakarta Raya,
      ruko no  6-7  BJI Mekarsari,
      Bekasi Jaya, Bekasi Timur,
      Kota Bekasi.  17112
      Telp. 081283602010
    
23. Pdt. STEVE KUMENDONG
      Biro Pengawasan Aset Gereja
      Sarijadi blok 9 no 27
      BANDUNG 40151
      Telp. 0812 2133 8923

24. Pdt. NICKY J. WAKKARY
      Biro. Media Cetak dan
      Elektronik.
      Jl. Raya Tegar beriman
      Kab. Bogor
      Ruko Cibinong City Center
      Blok C/29 Pakansari CIBINONG.
      Telp. 08521744796
     
25. Pdt. WELLEM MONGULA
      Biro Hubungan Antar Lembaga
      Jl. Raya Gebang Mekar 150
      Gebang - CIREBON 45197
      Telp. 082126860891.

Biar wilayah yg lain juga punya.

Friday, 19 January 2018

TUHANLAH PERISAIKU

DOA MALAM HAMBA TUHAN WILAYAH 12 GPdI JABAR



Tuhan adakan Setiap saat Pdt. Jonatan Tajongga

Natal wilayah 12 GPdI Jawa barat

Sekum GPdI
Pdt. Drs. Yohanes Lumenta

Natal
 2017

Buku acara NATAL 2017 wilayah 12 jabar
bertempat di GPdI Jonggol


Kunyanyi haleluyah



Oh holy night
By. Violetta Lasut


Friday, 16 June 2017

Supaya gereja besar...

Gereja tidak perlu merebut jemaat dr gereja lain,
Tapi cari jiwa baru sebanyaknya akan membuat gereja lain kecil....

MENGHADAPI PERSAINGAN.
Pelajaran Berharga Dari Seorang Guru Yang Bijak
Seorang Guru membuat garis sepanjang 10 cm di atas papan tulis, lalu berkata : "Anak-anak, coba perpendek garis ini!"
Anak pertama maju kedepan, ia menghapus 2 cm dari garis itu, sekarang menjadi 8 cm.
Pak Guru mempersilakan anak ke 2. Iapun melakukan hal yang sama, 'sekarang' garisnya tinggal 6 cm.
Anak ke 3 & ke 4 pun maju kedepan, sekarang garis itu tinggal 2 cm.
Terakhir, anak yang Bijak maju ke depan, ia membuat garis yang lebih panjang, sejajar dengan garis pertama, yang tinggal 2 cm itu.
Sang Guru menepuk bahunya :
"Kau memang bijak. Untuk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya.. cukup membuat garis yang lebih panjang. Garis pertama akan menjadi lebih pendek dengan sendirinya."
Untuk memenangkan Tak perlu mengecilkan yang lain, Tak usah menjelekan yang lain, karena secara tak langsung, membicarakan kejelekan yang lain adalah cara tak jujur utk memuji diri sendiri. Cukup lakukan kebaikan terbaik yang dapat kita lakukan untuk semuanya, biarkan waktu akan membuktikan kebaikan tersebut.
Bagaimana menghadapi hidup yang penuh persaingan.

Pemimoin gereja

Kepemimpinan gereja sangatlah menentukan pertumbuhan rohani sebuah gereja! Bersama dengan pastors, mereka yang dipilih ini akan menentukan akan menjadi seperti apa gereja di bawah kepemimpinan mereka.  Maka salah satu ‘biggest events’, khususnya dalam kehidupan gereja yang bercorak Presbiterian, adalah pemilihan majelis.

Penatua/diaken/penilik jemaat (saya tidak akan membedakan tiga istilah itu di sini), sangatlah penting bagi rasul Paulus. Maka dia memberikan kriteria untuk menetapkan siapa yang boleh memegang jabatan itu dan dia mengangkat mereka di gereja-gereja yang dia dirikan.

Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah." 2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, 3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, 4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. 5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? 6 Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. 7 Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis. 8 Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, 9 melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci. 10 Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat. 11 Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal. 12 Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. 13 Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa. (1 Timotius 3:1-13)

Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu, 6 yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib. 7 Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, 8 melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri 9 dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya. (Titus 1:5-9)

Berikut adalah ringkasan kriteria penting yang diberikan Paulus (saya mengambil beberapa hal dari tulisan J. Hampton Keathley, III dihttps://bible.org/article/qualifications-evaluation-elders-and-deacons):

Secara Umum
Paulus berkata mereka haruslah “orang yang tak bercacat” (1 Tim 3:2 dan Ti 1:7). Bukan berarti sempurna dan tanpa kekurangan – karena tidak ada manusia yang sempurna, tetapi kehidupannya begitu rupa sehingga tidak ada orang yang bisa menuduh dia berkelakuan tidak sebagai orang Kristen yang dewasa. Bahkan ia “mempunyai nama baik di luar jemaat” (1 Tim 3:7), di kantornya, di teman-temannya, di lingkungannya.

Kepada Tuhan dan Firman-Nya
1. Dia bukan seorang yang baru bertobat (1 Tim 3:6). Artinya dia sudah mengenal Tuhan, mengerti pelayanan dan menunjukkan kemajuan dalam kedewasaan rohani. Alasannya adalah supaya dia tidak menjadi sombong dan kena jerat iblis.

2. Berpegang kepada perkataan yang benar… sanggup menasihati… sanggup meyakinkan penentang-penentang (Tit 1:9) dan memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci (1 Tim 3:9). Apakah dia adalah murid Alkitab? Stabil di dalam iman dan berpegang pada pengajaran yang benar? Apakah dia mencintai dan mau tunduk kepada Firman Tuhan? Apakah dia mengenal Firman Tuhan sehingga bisa mengajarkannya kepada orang lain bahkan bisa menentang pengajaran yang salah?

Kepada Keluarga (Bagi wanita, implikasinya sama) 
1. Suami dari satu istri (1 Tim 3:2 dan Ti 1:6). Bukan berarti dia harus punya istri dan juga bukan berarti dia harus hanya pernah menikah satu kali. Tetapi dia adalah orang yang setia kepada istrinya dan bukan playboy.

2. Kepala keluarga yang baik (1 Tim 3:4-5, 11 dan Ti 1:6). Artinya istrinya dan anak-anaknya juga menunjukkan hidup iman dan karakter yang baik. Istrinya terhormat, bukan pemfitnah, bisa menahan diri dan dipercaya.

Karakternya
1. Dapat menahan diri dan bijaksana (1 Tim 3:2 dan Ti 1:8). Apakah sehari-hari dia cenderung bereaksi sesuai dengan prinsip Alkitab? Apakah dia cenderung memuaskan hawa nafsu atau dikuasai oleh Roh Kudus? Apakah pola pikirnya sesuai Alkitab?

2. Bukan pemarah dan pemberang tetapi ramah dan pendamai (1 Tim 3:3 dan Ti 1:7). Apakah dia cepat marah dan suka bertengkar? Apakah dia stabil secara emosi? Apakah dia, biasanya karena perfeksionistis, tidak segan menimbulkan keributan untuk mendapatkan yang dia inginkan? Apakah dia mendorong orang melakukan sesuatu dengan memaksa dan kadang mem-bully secara verbal? Apakah dia mendekati masalah dengan lembut dan damai?

3. Tidak bercabang lidah (1 Tim 3:8). Dia tidak berkata A kepada seorang dan B kepada orang lain. Dia menjaga kredibilitasnya.

4. Tidak angkuh, bijaksana, sopan dan adil (1 Tim 3:2, Ti 1:7-8). Dia tidak sombong, menganggap diri lebih dari orang lain, dan bisa didekati. Dia bijaksana dalam keputusannya, tidak berlaku tidak adil kepada orang lain, dan sopan.

5. Suka akan yang baik (Ti 1:8). Dia suka dan ingin melakukan apa yang baik atau berguna. Dia menggunakan kesempatan untuk berbuat baik, untuk membangun dan bukan merusak.

6. Suka memberi tumpangan (1 Tim 3:7). Artinya dia mengasihi orang lain bahkan sampai membuka rumahnya untuk mereka yang membutuhkan. Ini menunjukkan bukan saja kemurahan hatinya, tetapi juga keramahannya, keterbukaannya, dan kerelaannya untuk membagi hidupnya. 

Kepada Benda 
1. Bukan hamba uang dan tidak serakah (1 Tim 3:3 dan Ti 1:7). Apakah dia jujur dalam bisnis-nya? Apakah dia mencari keuntungan dengan tidak mengorbankan siapapun – karyawan ataucustomer

2. Bukan peminum (1 Tim 3:3 dan Ti 1:7). Apakah dia bebas dari kecanduan apapun yang bisa menguasai hidupnya? 
  
Melihat kriteria-kriteria di atas, mungkin kita akan berpikir “lalu siapa yang bisa dipilih?” Kita bisa berdiri di dua ekstrim: Menetapkan kriteria-kriteria itu secara ketat (artinya mungkin tidak ada yang bisa dipilih) atau sebaliknya melupakan semua kriteria itu (tokh.. tidak ada orang yang sempurna). Saya kira kebanyakan gereja dan orang Kristen berada di posisi yang kedua, “Semua orang berdosa kok… Tuhan ampuni kok… semua orang punya kelemahan kok… sudah lah yang penting dia mau… beri kesempatan dong!”

Tetapi kriteria-kriteria di atas adalah tanda identifikasi dan konfirmasi. Walaupun tidak ada yang sempurna, tetapi orang itu harus memiliki tanda-tanda kriteria di atas, menunjukkan tingkat kedewasaan tertentu, dan sedang terus berjuang menjadi seperti itu. Singkatnya, orang itu harus menunjukkan karakter Kristen, kedewasaan rohani dan pertumbuhan dalam kesucian/kesalehan.

Perhatikan bahwa Paulus tidak bicara banyak soal kemampuan. Dia hanya menyebut soal “cakap mengajar orang” (1 Tim 3:2). Hanya itu. Tidak ada lagi soal berbagai karunia dan kemampuan lainnya. Betapa berbedanya ini dengan kriteria yang sekarang banyak dipakai oleh gereja ketika mengangkat majelis?! Kita memperhatikan kemampuannya tetapi Paulus sangat memperhatikan karakternya, kerohaniannya dan pertumbuhannya!

Ini adalah peringatan bagi kita yang seringkali memilih orang ke dalam pelayanan karena berbagai alasan (kurang orang, perlu orang yang begini dan begitu, memberi kesempatan, kaderisasi, dll..dll). Perhatikanlah dengan serius apa yang diperhatikan oleh Alkitab!

Saya mengingat khotbah seorang pendeta senior di Singapore. Dia berkata, “Kepemimpinan gereja terlalu penting untuk dipertaruhkan kepada orang-orang yang punya agenda pribadi, orang-orang yang punya waktu karena tidak punya kerjaan lain, dan orang-orang yang diragukan karakternya”. Terlalu penting!

Maka setiap gereja bertanggung jawab dalam memilih “calon majelis” yang kemudian disodorkan kepada jemaat untuk dipilih. Tanggung jawab itu harus berdasarkan kriteria Alkitab. Alangkah indahnya kalau sebelum menentukan calon majelis, mereka mempelajari dulu Alkitab dan berdoa! Alangkah indahnya jika semua "calon majelis" yang disodorkan kepada jemaat adalah biblically good persons, tinggal masalah siapa yang terpilih untuk saat itu. 

Setiap jemaat juga bertanggung jawab dalam memilih “majelis”. Kesulitannya memang seringkali jemaat tidak mengenal “calon majelis” yang disodorkan untuk dipilih. Tetapi mari sebisa mungkin memilihlah dengan bijak. Jangan memilih hanya karena kenal, apalagi hanya karena sering melihat wajahnya! Jangan memilih hanya karena dia pria atau wanita. Jangan memilih dia karena daftar pelayanannya yang panjang. Jangan memilih dia hanya karena merasa orangnya aktif dan mau kerja. Cobalah cari informasi sebanyak mungkin, bicara dengan orang-orang yang pernah bekerja sama dengan dia. Ingat yang paling penting adalah: Karakternya, kerohaniannya, dan pertumbuhannya dalam kesucian. Berdoalah supaya Tuhan menolong jangan sampai salah pilih karena Tuhan memberi kesempatan kepadamu untuk menentukan kepemimpinan gereja – terlalu penting!

Monday, 17 December 2012

MAJELIS DAERAH GPdI JAWA BARAT

Ketua:
Pdt. J.E. Awondatu

Wakil Ketua I:
Pdt. M. Schalwyck

Wakil Ketua II:
Pdt. Y. Limuria

Wakil Ketua III:
Pdt. J.B. Nainggolan

Sekretaris:
Pdt. Lodewyk E. Saerang

Wakil Sekretaris 1:
Pdt. Franklyn Turangan

Wakil Sekretaris 2:
Pdt. Meidy Saerang

Bendahara:
Pdt. Anthon Litha

Wakil Bendahara 1:
Pdt. Samuel Budianto

Wakil Bendahara 2:
Ibu Pdt. Lei Lei Fua

Biro Penggembalaan:
Pdt. Eddy Tampi

Biro Penginjilan:
Pdt. Hesky Rorong

Biro Organisasi:
Pdt. Jefry Palit

Biro Pendidikan:
Ibu Pdt. Herlina Budiawan MTh

Biro Pelayanan Warga Jemaat:
Pdt. Yan Rumbayan

Biro Pembangunan:
Pdt. Benny Wurarah

Biro Pelayanan Multi Media & Penerbitan:
Pdt. Sammy Palit

Biro Pertumbuhan Gereja:
Pdt. Merkus Sugiarto

Biro Diakonia/Sosial:
Pdt. Benny Longkutoy

Biro Hubungan Eksternal:
Pdt. Karel Silitonga

Sunday, 30 May 2010